~  m y t h   i n   t h e   h a z e ~ 
P u t e r i  E l a i r a  E l i z a 

[ secangkir madu ]    [ elaira ]   [ taryusis ]   [ arianur ]   [ irionel ]   [ erikas ]  

28 Feb 2003
:: what will i write...

Dear Elaira,
there can be no comeback for something that has never really gone away.Be patient,good things come to those who wait.Why are you speechless?I thought you were very eloquent in your journal,in fact I was impressed with some of the poetry and prose that you wrote.I don't really know whether you have checked your e mail or not,but again,for the record I would like to state here my sincere respect and utmost admiration for the devotion that you have shown to my book.I am the one who's speechless actually.No,really.
A SEVENTH BOOK?
Do you really want that?

- Ahmad Patria Abdullah @ bluehikari's guessbook 5573 [ x ] -

[ did u said email? I've checked my mail box, but there aren't any? wondering.... its elaira4ever@yahoo.com ]

Bila dikunjungi... disapa mesra... hah! Di mana aku sebenarnya? Di bulan...? Di bintang? Sesungguhnya kesyukuran yang tidak terhingga kupanjatkan padamu Tuhan semester alam, kerana kegembiraan yang seindah ini.

Hampir saja tidak punya masa, lantaran tugas yang benar-benar menjadikan aku jurugegas dua minggu ini. Terasa hilang sudah kaki.... kaki enggan berjalan lagi... jadinya kepalaku yang terdorong-dorong mendahului kaki.... hah... harapnya selepas mesyuarat isnin minggu depan... keadaan agak lega, tapi yalah... masih ada dua tiga lori kerja yang perlu diselesaikan... itu tidak mengapa asalkan jangan jurugegas... kalau tidak, bukan lah bekerja namanya.

Maaf tidak menulis sebaik ianya terjadi, walaupun pak cik ni dok sound.... ok ok.... saya tulis ni...

T e r i m a k a s i h   yang tidak terhingga buat tetamu istimewa, penulis buku-buku Saga Artakusiad, Ahmad Patria Abdullah. Terasa seperti mimpi... samalah seperti MNasir menjengah lelaman ini rasanya... hehehe! Terus terang bila dimaklumkan menerusi telefon seawal pagi semalam tentang kunjungannya, benar-benar tak terkata. Jeritan gembira bersambung dari Kuala Lumpur ke Melaka! Bergegar gegendang telinga? Maaf... aku benar-benar excited.... hilariously excited! Sepantas mungkin mesen ini dihidupkan, bergegas ke erikas... ahhh... benar sekali. Waduhh... ada lagi... bergegas ke Bluehikari overwhelmed... sampai bos datang pun aku tidak perasan... manakan tidak... aku sudah di Aurora... heh!

Sepanjang perbualan di telefon dengan sahabat itu, semua yang lalu menari-nari di depan mata. Seorang kakak yang kukenali di Seremban sekitar tahun 1992/3 (hah... aku sudah lupa namanya...) kemudian, keratan akhbar/majalah (?) majlis perkahwinan (berpakaian Acheh lagi tu ;) Patria, do u remember the time...? ;) well I'd lost it somehow... berita terakhir di mana beliau bekerja... maaf butir-butir ini tidak boleh dipaparkan di sini, jika kalian ingin tahu, boleh bertanya sendiri, melalui erikas seperti yang dijanjikannya. Aku senyum-senyum sendiri, barang bahagia sudah meniti...

After all these years... alhamdulillah. True, you never really gone away. Dan cerita-cerita Artakusiad itu sendiri tidak pernah meninggalkanku, ia abadi bersama masa, mesra dalam kenangan dan segar menunggu sambungan. Rasanya seperti satu penghargaan, beroleh satu ruang yang tidak ternilai... di atas kesudian bertegur sapa, bersama kami semua di sini. Terimakasih sekali lagi.

To all fans of Artakus and Laira,
Do write in to me at the guestbook's page of my three friends.

1. Rudy (my karman)
2. Fajar (my Arasis)
3. Elaira (my Osria)

I will do my best to reply soonest.Spread the word.

MitH berbesar hati menjadi ruang bertanya dan bertegur sapa, untuk Patria dan juga semua peminat Saga Artakusiad.

Rasanya seperti satu suntikan semangat buat kami yang mengangankan dan sedang mengusahakan Saga Artakusiad versi online. Kan Fajar kan... kan Rosh kan... kan Rudy kan.... Amacam Silence... tak pircaya ka? Tak lupa FarIlyHash yang produce ppt yang sungguh menarik tu.

Dulu sebelum di internet, aku seorang sahaja menyimpan bicara, tapi pada 1994 aku sudah mula mengutip peminat-peminat saga ini. Dan sekarang di Geju (seperti gelaran yang diberikan oleh Muring-Wien) semuanya menjadi begitu indah, kita bisa berbincang dan bercerita tentang Saga Artakusiad (yang sudah tidak dipasarkan?). Terus terang aku benar-benar gembira bersahabat maya dan berkongsi kegemaran yang sama. Di luar sana, tidak ramai yang memahami kita dari sudut ini. Tapi di sini... ahhh... terimakasih semua....

Sahabat ini sudah menulis panjang lebar dan menarik sekali, tidak perlulah aku mengulang lagi.

And... yes... I'm looking forward THAT SEVENTH BOOK... yeayyy... bayangkan... bayangkan... gosh!!!

++

Waaaa.... its getting very late I better go... or else... hehehhe.... I have to go... esok nak balik kampung some more... see ya then... bye...

++

Nanti saja kucerita tentang CD Ning yang telah berjaya kumiliki...

9.53pm.


26 Feb 2003
:: Come away with me...

Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song

Come away with me on a bus
Come away where they can't tempt us
With their lies

I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won't you try to come

Come away with me and we'll kiss
On a mountain top
Come away with me
And I'll never stop loving you

And I want to wake up with the rain
Falling on a tin roof
While I'm safe there in your arms
So all I ask is for you
To come away with me in the night
Come away with me

[ x ]
listen .mp3
come away with me [ x ]
don't know why [ x ]


 

I was fascinated when first hearing this song during the award show shown live on ntv7 on monday. I liked it... and I was there saying to my self... wow so sooth... so cool...so and so... whose song is this...this is a wonderful song! I was still at home in kampung at that time. Then Citah brought back my attention yesterday... yaa.... soothing... and I downloaded it, and within few second I have it in my pc already, and flying with the music. Will be listening to it... while waiting for that so-hard-to-get Ning CD. Managed to find her cassette... but I insist... I want her CD this time! Hah.... and somebody kept on saying it is a-worth-buying album, go on and get it. Grrrr.... Citah asks me to be patient.. and we will get it after work today... Ok... ok... I'm trying to be patient nih....

I better not write in English huh... sound so terrible... hehhehe.... haiya... eni ingelish ticher eraun hah? hehehhehe...

 


25 Feb 2003
:: ku rindu wajah dan senyumanmu...

Ingin ku pandang wajahmu
Di setiap ketika
Tiada jemu biarpun terluka

Ingin dibelai selalu
Bagaikan waktu dulu
Rasa bahagia dalam dakapanmu

Ku rindu
Wajah dan senyumanmu
Memberikan cahaya
Di dalam setiap mimpi-mimpiku

Kau pergi
Membawa hati ini
Tinggalkan ku sendiri
Dalam sepi

Lafazkan cinta dari bibirmu
Ingin kudengar sekali lagi
Lafazkan dari hati tulus dan suci
Serahkan cinta abadi

Oh bisikan rindu nada nan syahdu
Pintaku yang terakhir darimu
Pintaku hanya satu
Usah kau berlalu

[ Pintaku yang terakhir - Dayang Nurfaizah ]

©2003 elaira selamanya

++

ku rindu
wajah dan senyumanmu
memberikan cahaya
di dalam setiap mimpi-mimpiku

kau pergi
membawa hati ini
tinggal ku sendiri
dalam sepi....

Lagu ini sudah hampir lebih sebulan menghantui aku :E ... irama yang lembut dan lirik yang "touching menaching" (seperti kata guru math form 3 aku dulu, A.K. a.k.a AK misai berus atau nama betul dia Mr. Abu Kassim kekekke...), ingat AK tak Citah???

++

Okeh... cukup layan lagu Dayang tu... my weekend is cool. Release tension. Laju je buat kerja malam tadi dan hari ni.

Sekarang ni banyak betul kapal terbang lalu kat atas atap rumah aku, hehehe... atas langit sebenarnya, besar-besar pulak tu. Semuanya terbang rendah, mungkin tengah queue untuk mendarat.

"Mak... kotobang, mak!" aku jerit-jerit kat mak yang di dalam rumah.

"Ish budak ni... masuklah dah golap ni..."

"Bosa mak...."

"Macam budak-budak lah dio kang tu..."

"Dah duo tigo kali dio pusing mak... satu tu kocik sikit.... yang ni bosa..."
"Orang balik Mokah kan Mak kan... tu pasal dio banyak..."
"Tu dio... tu dio.... meh laa tengok...." aku tunjuk-tunjuk langit sambil lompat-lompat macam orang weng di halaman rumah.

Akhirnya mak keluar juga.... mahunya tak menarik... semua yang menarik perhatianku sebahagian besarnya akan menarik perhatian orang lain juga...kekekke.... perasan!

Hah... sekarang mak pula yang buat ulasan...kekkeke

"Bosa ko?" sambil keluar dari rumah. Yes! It works! Mak keluar jugak.... dalam jelingan matahari yang sudah tenggelam di sebalik bukit, dua beranak berpusing-pusing mendongak langit.
"Nampak tak berapo 'memaling' eh?" soal mak... memaling tu adalah kipas, dan apa yang mak refer itu sebenarnya ialah enjin jet kapal terbang tu.

"Ompek mak.... ompek..."

"Itu kotobang bosa tu... dio kolo bosa duo tingkat dalam eh tu.... macam kotobang maso omak poie marin..." mak dah syok.... aku gelak-gelak... lompat-lompat lagi... Mak pun bercerita tentang mak cik a.k.a Omok yang baru pulang dari tanah suci.

"Dah... mo doreh masuk... dah golap ni haa..."

"Mak... kain tak angkek layi"

"Laaa... yo ko.... pintu tak kunci layi tu haa..."

"Yo... yo... sey kunci pintu...." aku pun lari-lari ambil kunci pintu pagar... hari dah mula kelam, burung-burung rebut-rebut kesarang.... aku merenung sekeliling kampung hingga jauh ke hujung bukit, menarik nafas dalam-dalam, di hujung hari udaranya tetap sesegar pagi. Melihat langit siang yang malas-malas beredar.... aku senyum... semua toksit sudah hilang.

Damai lembah ini... persis lembah Takaryan... jauh dalam hati, memori menggamit lagi...

++

This is logic game i guess... how...? I dont know... may be he can answer it. But... this is fun... somebody share this with me... and I wanna share it with u all too...


21 Feb 2003
:: As I lay me down... [ x ] [ x ]

 

It felt like spring time on this February morning
In the courtyard birds were singing your praise
I'm still recalling things you said to make me feel alright
I carried them with me today, Now

As I lay me down to sleep
This I pray
That you will hold me dear
Though I'm far away
I'll whisper your name into the sky
And I will wake up happy

I wonder why I feel so high
Though I am not above the sorrow
Heavy hearted
Till you call my name
And it sounds like bells
Or the whistle of a train
On a summer evening
I'll run to meet you
Barefoot barely breathing
It's not too near for me
Like a flower I need the rain
Though it's not clear to me
Every season has its change
And I will see you
When the sun comes out again

Esok nak balik kampung. Nak bilas semua toksit yang berkarat dalam kepala ni. Nak hilangkan semua tensi yang melekat. Dan lagu 'pulang kampung' kat atas tu terngiang-ngiang di telinga...

Geramnya mencari album baru Ning, tak sampai ke kedai pun lagi. Hari tu sibuk diwar-warkan berada di pasaran 20hb. tapi tak juga.... geram ni... gerammm....

Macam yang aku kata pada seorang sahabat tu, aku tak mahu dah pergi cari lagi... biar dia melambak-lambak kat kedai, nanti baru aku pergi beli. Cist... janji tak serupa bikin!

++

Esok hari jadi Ongah... hari tu aku sudah survey hadiah dengan Citah. Tak pernah aku beri hadiah pada Ongah, kalau jadi ini kali pertama. Entah tiba-tiba rasa nak beri. Mungkin dia pun tak ingat hari jadinya. Dia bukan jenis orang yang mengingati dan menyambut hari-hari tertentu.

Dulu pernah sekali, dia buat rumah terbuka hari raya, kebetulan jatuh pada 22 Feb. Masa tu aku pergi dengan Haslina dan Chakper. On the way kitorang beli kek untuk dia. Punyalah dia suprise dan tersipu-sipu, siap tanya lagi tu.... "eh iya ke...". Hmmm.... itulah dia... satu-satunya abang aku. Yang kadang-kadang aku sendiri tak faham perangai dia.

Untuk Ongah... Selamat Hari Jadi, semoga panjang umur dan dimurahkan rezeki, Semoga berada dalam lindungan Allah swt sentiasa. Dan dilimpahi rahmatNya selalu.


20 Feb 2003
:: Dirantai digelangi rindu kerja...

Minggu yang memenatkan. Itu baru satu. Bagaimana dengan kalian yang punya dua atau tiga pejabat sehari? Tentu lelahnya lebih-lebih lagi. Aku tidak mengeluh, cuma aku mahu minda yang mampu menakung semuanya sekali gus dan tulang empat kerat yang mampu menyelesaikannya menjelang kokokan Jalak subuh esok.

Aku sedar beberapa kelemahan, aku cuba memperbaiki. Pertamanya storan utama tidak dipartition sekemas mungkin, justeru aliran masuk bas-bas tidak terkawal dan kecampuran maklumat menyulitkan penterjemah. Dispatcher juga sering kali mogok, jadinya banyak produk dari kilang tidak sampai ke gudang pada waktu yang sepatutnya.

Dalam keadaan sebegini, job scheduling penting, tak kisahlah scheduler mana yang ingin digunakan.... FIFO tidak sesuai.... LIFO lagilah tidak boleh. Aku mahu round-robin dengan masa quantum yang panjanggggggg.....sangat.

Hehehe... e x c u s e   me... ada litar pintas sket.

++

Hari ini album baru Ning akan keluar. Aku harap... aku sempat mendapatkannya, kalau tak sempat pun esok sajalah. Nak beli CD ke, kaset saja? Hmmm....

++

Aku ingin minta maaf, jika tulisanku mencemar kedaulatan bahasa. Maaf, sesungguhnya aku tidak pakar dalam bahasa, menulis pun sekadar sesedap rasa... mengikut hati kecil yang berkata-kata. Jika akhibat ketukan pada butang-butang papan kekunci ini melanggar mana-mana perundangan, mencemar mana-mana kedaulatan, aku tidak tahu bagaimana untuk berbicara lagi.

Ada sahabat berpesan, berhati-hati dengan penulisan, kerana penafsiran manusia berbeza. Aku katakan padanya, aku tidak menulis tentang orang lain melainkan diriku sendiri. Jika penafsiran mereka berbeza dari apa yang cuba aku sampaikan, jelaslah penulisanku itu penuh dengan kelemahan. Apa sekali pun yang kutuliskan sesungguhnya dirangkul pendapatku sendiri, mungkin ada yang tidak setuju, itu lumrah. Tapi untuk menidakkan aku dari menulis sedemikian rupa... aduhai... harus bagaimana lagi?

MitH hadir bukan untuk mengocak keruhkan bahasa dan pembacaan. Aku minta maaf jika itu sudah pun terjadi. Jika ia mencemar keunggulan bahasa, aku minta maaf. Aku tidak tahu garis batasnya. MitH sekadar berkongsi sesuatu yang menjadi kegemaran, kegembiraan dan kesedihan pemiliknya saja. Jika dalam penzahirannya itu merobek mana-mana perlembagaan, aku minta maaf. Jika ada kesudian, aku sedia menjadi muridnya.

Kepada yang selesa bertandang kesini, sesungguhnya kehadiran kalian benar-benar memberi inspirasi dan benar-benar membuatku gembira saban hari. Kalau boleh aku ingin semua yang bertamu gembira dan senang hati, itulah sebenar misi. Aku ingin minta maaf sekali lagi, andai aku tidak sepatutnya menulis begini.


17 Feb 2003
:: Bayang

 

berjalan mengejar bayang
berlari mengejar ilusi
menanti antara siang
menanti antara dini hari

kau kata harapan sekadar bayangan suram
kan pergi dihapus mentari
kau kata harapan hanya omongan
memupuk percaya ketika dusta menari-nari

percayalah bintang pada matahari
menerangi bulan di malam sunyi
meneman ia hingga ke pagi

berharapan lah bulan pada matahari
berikhsan cahaya
menerangi malam di bumi

di sini bayang sudah terlalu banyak
tidak dicari ia menyerah diri
di sini ilusi sudah menakluk realiti
aku sudah tidak tahu bezanya lagi.

200103:8.06pm lrttb

++

Hujung minggu yang biasa sahaja, tiada cerita menarik untuk kukongsikan.

++

Yes... Silence got it right.... Sungai Urkai dan bunga arianur....


14 Feb 2003
:: Calling all Aurorians....

Tak ada orang dapat jawap teka-teki semalam nampaknya, semakin berkurangan warga Aurora agaknya, atau mereka tak masuk sini. Untuk kalian yang belum mengikuti Saga Artakusiad mungkin tidak dapat temukan jawapannya. Untuk DaemonChylde yang cuba jawap tu, terima kasih banyak-banyak... nanti cuba lagi ya. Dan untuk Aurorian, klu untuk teka-teki yang pertama ialah nama sebuah sungai. Dan yang kedua ialah nama sejenis bunga. Teka-teki ini adalah antara pahlawan terbilang kaum Amorikus, Artakus sewaktu bertemu Orrok (jembalang) di Paya Tozor.

Ada beberapa orang bertanya, di mana boleh mereka dapatkan buku-buku ini. Terus terang aku tak punya jawapan. Ia terbitan DBP, setakat hari ini, aku sendiri belum sempat menghubungi DBP untuk mengetahui status buku-buku ini. Alhamdulillah aku sempat mengumpul koleksi, walaupun buku kedua masih belum kembali.

Weiiii.... Bodyguard, bila nak pulang Kota Arialun nih????? Grrrrrr..... Ko dah dapat baby senyap sunyi ek.

++

Hari ni best... sessi Tour de Twin Tower.... best best best... kecut jugak lalu kat Skybridge tu... Apa-apa pun semestinya ia satu pengalaman yang sungguh manis.

Aku nak balik ni, kang stranded kat sini... tanak lah... selamat berhujung minggu semua... :D


13 Feb 2003
:: Ada jawapan untuk teka-teki ini?

Alah batu keras di atas
Alah sutera lembut di bawah
Alah angin laju di atas
Alah semut perlahan di bawah?

Wajahnya seputih bulan tetapi ia di tanah, bukan di langit. Serinya seperti matahari tetapi ia di tanah bukan di langit. Kurus tubuhnya dan lebar tanannya, hijau warnanya?

Ada siapa-siapa yang tahu jawapannya?

++

Agak kurang produktif hari ini, penat semalam masih keras menakluk, dan aku terus-terus sahaja mengantuk. Mujurlah siap juga tugas yang perlu siap, tapi aku benar-benar terasa penatnya.

Hari Raya Aidiladha semalam, seharian terkejar-kejar... sebelah petangnya pula Jedah sampai mengejut. Rupanya Jedah punya rancangan ingin balik awal, malangnya sms yang dihantar tidak kuterima kerana talifon off. Aku jadi keliru bila menalifon rumahnya dan diberitahu dia sudah bertolak. Tidak berapa ketika, keretanya sudah membelok kerumahku. Hah... aku tak siap lagi... maka acara lari-larian bermula... Alhamdulillah jalan tidak sesak. Dan aku sampai rumah awal. Pun begitu penat belum hilang kehari ini.

Hari ni nak balik awal, supaya boleh lepak lama sikit kat rumah. Esok harus bermula awal. Semoga esok hari yang ceria buatku dan kalian semua diluar sana.

Erk... 100, 200, 300.... 400.... 500 siapa pula ya? :D


11 Feb 2003
:: My precioussssss.....

Sabtu, 9 Feb - sempat berkunjung ke Balai Seni Lukis Negara. Meneroka ruang tiga tingkat, hampir tiga jam di sana, merenung dan memerhati, bakat dan keindahan yang dibawa dari minda yang peka, alam yang luas, sudut yang sulit, angin yang lengai, batu yang kaku, besi yang keras, cahaya yang berdelar-delar bersatu dan memesrai kanvas, kaca, kertas, kayu, batu dan segala isi perut alam yang boleh digabung dan dipalitkan warna yang dulu hanya mimpi, kini mengisi visualiti.

Aku kurang layak berbicara tentang seni dengan palitan warna, memegang berus pun aku tak reti. Tapi aku tahu menghayati, membaca tenang dalam hati, menafsir resah yang menari-nari. Ada karya yang susah dimengerti ada yang santai dan mudah difahami, tapi ya lah... mungkin yang aku fahami bukan yang cuba disampaikan oleh artis. Sama juga seperti tulisan, kadang-kadang tidak semua maksud yang cuba disampaikan oleh penulis difahami oleh pembaca dan pembaca bisa saja memengertikannya mengikut pemahaman mereka sendiri.

Paling lama aku melihat sebuah karya Liew Kung Yu, hasilan photomontage, kayu dan kaca, dengan tajuk Cheng Beng Festival, Kedah. Ia gambar kubur cina dengan dailog yang ditampal di atas kaca... dan potongan serta tampalan gambar foto...menarik sekali.

Selain dari itu karya Johan Marjonid bekas pelajar UiTM dengan tajuk Preservation Series yang dihasilkan pada tahun 1995. Lukisan acrylic on canvas bersaiz 121cm x 182cm ini betul-betul cantik dan hijau. Panorama hutan yang sungguh damai sampaikan melihatnya saja sudah terdengar nyanyian nyamuk dan unggas rimba. Unik sekali lukisan besar ini.

Kemudian ada simpulan besar, memikirkan membuatnya bukan sejam dua, kayu yang halus direkat sekali, satu persatu menjadi tali. Karya Mokhzani Hairim b. Mokhtar bertajuk Manifestasi Perpaduan. Unik sekali.

Aku tahu jawapan semua itu, jika mahu sesuatu, usahanya harus jitu. Barang berkarya begitu segala sudut harus diambil teliti. Segala hasrat harus sebati... baru menjadi. Kalau kuceritakan pun tentu tak semuanya dapat kurangkumi, lihatlah sendiri lebih puas hati.

Petangnya menghadiri majlis hari lahir Hanis Shazana, genap setahun cahayamata Has&Sopian. Ada memori tersingkap? Rezeki Citah rasanya.

Ahad, 10 Feb - aku, Yah dan Nana jalan-jalan di Mid Valley, selain satu pertemuan yang sungguh-sungguh supprise... aku menyaksikan satu live performance di North Court Mid Valley.... hah aku memang suka live performance! Seorang Cina bermain Chinese Harp. Sungguh merdu... rasanya seperti dibawa terbang dengan alunan alat musik bertali itu. Itu sesuatu yang pasti kerana musik bahasa sejagat. Sempat menyaksikan 4 buah lagu sebelum Nana menarik kupergi. Juga sempat bertanya dengan sepasang suami isteri Cina yang agak berumur tentang alat musik dan juga musiknya. Yang mudanya kutanya ligat sahaja gelengnya. Hehehe... biasalah... adat muda...

Dan... aku sempat memiliki.... my precioussssssssssss......... *wink....

Semalam - bahang kerja mengasak, semuanya terkejar-kejar sahaja, tapi aku seronok. Dalam itu sempat juga mengaturkan kunjungan mengejut untuk Citah. Janji dengan Jedah jumpa di Jelatik dan beli kek cokelat untuk Citah. Yummy... sedap kek comel tu... sama comel dengan Citah, kata Jedah.

Bila kami sampai di rumahnya kereta Citah tiada. Rupa-rupanya dia masih di pejabat dihambat kerja. Dia balik tergesa-gesa dan ketawa bergema mengisi seluruh rumahnya. Aku lihat dia gembira, gembirakah kau Citah? Selepas maghrib kita nyanyikan Citah, tiup lilin dan makan kek. Kemudian makan malam yang enak, tambah enak Citah yang belanja! Panjang bual tiga sahabat mencecah sebelas malam.

Aku gembira jika kau gembira. Dan aku akan selalu doakan agar gembira itu akan menjadi milik kita semua.

Hari ini - termanggu... suratan itu menyedihkan ku. Sayunya mengiringi leraian. Kita merancang Tuhan yang menentukan. Bukalah hati dan lihat indahnya sebuah kepedihan. Kata-kata sudah disamun kejutan... harus apa lagi yang perlu kutuliskan. Redhalah, ia juga satu ujian, jauh menguji kesabaran dan pengertian. Melihatnya sebagai satu peransang, meneruskan perjalanan yang masih panjang.

Sahabat-sahabat yang kusayang, jadilah teguh jadilah redha. Dari jauh kutahu sukarnya, kutahu sebaknya, kutahu dukanya. Dari lembut jiwamu ke tegas langkahmu, dalam suatu ruang waktu nanti, bahagia akan menemuimu. Sehingga itu... bersabarlah, Tuhan tetap bersamamu... doaku sejahtera selalu buat kamu sahabat-sahabatku...


10 Feb 2003
:: Happy Birthday Citah

mean while... this one cannot be delayed... for someone really... really special... a very very best friend of mine... Citah... Happy Birthday... semoga segala cita tercapai, segala hasrat termakhbul sesungguhnya aku sentiasa mendoakan yang paling terbaik untuk mu. Terima kasih kerana sudi menjadi sahabat menangis dan ketawa, dalam susah dan senang. Terima kasih kerana sudi berkongsi perjalanan hidup yang ada masa mengelirukan dan sukar. Terima kasih kerana tak jemu-jemu dengan kerenahku semenjak 18 tahun yang lalu. Timo kasih apo lagi ni Citah??? Jika ada ucapan yang lebih kuat daripada terima kasih itu sendiri sudah pasti akan ku untukkan buatmu.... juga semoga panjang umur dan murah rezeki, semoga berkekalan keanak cucu...wuuppps... salah ucapan laks... thee he he.... Selamat hari lahir sahabat!!!


7 Feb 2003
:: all about Elaira?

Menjelang tengahari kepala sudah naik tepu, harapnya sebelah petang ia masih boleh berfungsi. Memanglah ia masih berfungsi, cuma kestabilannya agak kureng.

Oleh kerana sudah blur-blur gini, aku pun pergi menyelam guna Google... ingat nak tengok ikan terumbu karang yang cantik-cantik, tapi sudah salah taip... aku taip elaira... nak test market and to my supprise ada banyak cerita di sebalik nama ini yang masih belum aku ketahui, menarik...

Elaira Elhalynn

Elaira as described by Kalabarian, supprisingly its quite close to my nature... hmmm... how aaa?

Elaira from a fantasy sequel Alliance of light: Peril's Gate by Janny Wurtz, as Laira to Artakus, in this book she is to Ariston.

Elaira alive!!!

Selain 4 di atas ada banyak lagi versi, menarik... nanti aku selongkar lagi.

++

Pagi-pagi Syafinaz dah call aku, masa tu aku baru je nak tersembul keluar dari stesyen lrt. Sms yang aku hantar tu dah selamat diterima dan aku bagi tahulagi aku tak boleh nak balik Sabtu ni. Mungkin jumpa lain hari. Semalam Sham call, sudah di Bangsar pun rupanya dia bertemu Zainal dan dia minta nombor telefon Rabitah. Hmm... nampak gayanya diorang betul-betul excited nak jumpa kawan-kawan lama ni. Semuanya berjalan lancar. Harap dapat kerjasama dari yang lain.

Aku jalan-jalan lagi... tiba-tiba jumpa pulak laman web yang pernah aku lawat tahun 1997 dulu, best... nanti aku nak pergi kat sini lagi, nak belajar main warna... wet on wet!

[ Aikkk... ada yang terasa pedas ke? Laut mana kau berenang penyu? Agaknya ada cili boh tertumpah tak? ]

[ w'salam.... untuk semua yang bagi salam kat gesbuk.... ryna dah sehat ker? ]


6 Feb 2003
:: Gatal....
(awas! ini sajak jiwang... merbahaya utk bot-bot kecil dan mereka yang mudah mabuk laut!)

tak digaru pun ia gatal
lagi digaru lagi gatal
sungguh pun tiada tunggul kudis
kulit yang keruh gatal juga

jari menggaru, muka mencuka
kalau boleh kulit di lutut ditanggalkan sahaja
dijentik cepat keluar jendela
biar menghuni longkang dan parit
bekas garu sudah naik pedih
gatal tak hilang malah berjangkit
lutut di kiri mula calar-calat
betis di kanan panas sudah mula menjalar

bukan sekali ini sahaja ia gatal
ada musim ada angin
dua kaki sudah habis semuanya gatal
takut pula ke badan kemudiannya
entah kuman apa meratah kulitnya
ke tengah malam gatal belum reda

gatal kini sudah berjangkit
merebak-rebak satu masyarakat
hingga semua sudah garu-garu
hujung rambut sampai hujung kuku

garu-garu sudah sampai hujung dagu
bekasnya sudah merah ada yang koyak
aduh Tuhan berbelaslah
gatal buat kulit sakit
koyak dan berair

jika gatal tak juga reda
pergilah mengadap doktor jiwa
kuman kau bawa sudah berjangkit
satu negara sudah sakit

anak muda pun orang tua
gatal mengenyam sungguh ketara
ada iman berkubur sudah lama
tersampuk gatal si kafir laknatullah
yang punya duit dan kain belah-belah
tak masuk kandang, konon tak dapat mencelah
jadilah kau seperti bangkai seperti nanah

lagilah terang perlu bersuluh
tidak disuluh manakan nampak kudisnya
lagi muda lagilah mahu patuh
inikan pula jika sudah tua!

050203:10.30pm

++

Engkau gatal? Siapa pula yang nak angkat tangan dan mengaku, tapi dalam diam-diam garuk juga!

Engkau gatal? Siapa pula yang nak angkat tangan dan mengaku, tapi dalam diam-diam tangan merayap juga!

Hey, permainan siapa ini, dewa-dewa atau raja-raja? Aku tidak pantas dewa-dewa dan raja-raja itu bernaung di negeriku, minggir! Aku bukan tali barut !

Dunia apa ini di depan mataku, cacat cela serta haru biru. Sakit jiwaku, sedih hatiku. Di mana kau kata kau bangsa Melayu yang menjunjung Islam di atas pundakmu. Siapa kau? Aku keliru!

Tuhan, ujianMu kah ini? Kau titipkan peristiwa ngeri, sungguh aku benci. Kau tatapkan aku peristiwa busuk-busuk hanyir hari-hari, dugaanMu kah ini?

Tak tahu ingin berpaling ke mana, kiri kanan dan depan belakang juga, aku diasak peristiwa-peristiwa, menjalar merosak agama.

Kolot, kau cetak di depan namaku, aku bangga.

Tidak moden, kau tampal label di bajuku, bukan ia wajib?

Kuno, kau bisik di telingaku, tidak mengapa.

Bodoh, tidak tahu nikmat dunia, kau cebik dan jelir lidah padaku!

Ya, biar... biar saja aku kolot, tidak moden, kuno dan bodoh nikmat dunia kau... dengan kebahagiaan yang kau tawarkann (kononnya) badanku hancur luluh... aku sakit... aku muntah... aku jelek sekali! Itu duniamu, nikmat itu di dunia kiblat setanmu, aku tak ingin berkongsi, tidak sama sekali, aku tidak berkompromi, nyawaku tidak redha sama sekali!!!

Ya Allah, sesungguhnya aku yang lemah ini mohon perlindungan denganMu, jika semua haru biru ini dugaanMu, aku redha. Jika semua busuk hanyir ini dugaanMu, aku redha. Tapi berilah aku kekuatan untuk beredar dan terus menyusur jalanMu. Berilah aku hidayah dan petunjuk agar aku tidak leka dengan sogokan durjana! Aku redha semua pun dugaanMu, biar luluh daging dari tulang belulangku, perteguhkan lah pegangan ini. Aku tidak mahu lemah dan mengalah... bukan pada ajk-ajk yang semakin bermaharaja lela!!!

Peliharalah juga para sahabat serta kaum muslimin seluruhnya, dari menggapai tangan kepada ajk-ajk yang terus-terusan berpesta dan mengada-ngada... Dan berilah hidayah serta petunjuk kepada ajk-ajk yang sedia ada... semoga mereka akan menyusur di jalanMu jua.

Semoga kita semua dipelihara Allah swt selalu senantiasa selamanya... aminnn....

 

Engkau gatal???


5 Feb 2003
:: Sepermainan

Kembali semula ke kampung setelah tiga minggu, sememangnya sangat-sangat kunantikan. Rindu sungguh pada desir angin desa dan siul burung-burung rimba. Deru kenderaan hampir tiada. Hujan lebat menyambut kepulangan. Teksi Pak Cik jiran menurunkan aku di baruh, dari baruh aku lari-lari ke rumah, mak dah tinggalkan payung di pintu pagar. Hujan yang galak sempat mencuri basahkan bajuku.

Tangan mak kusalami, jam sudah hampir sekali 4.30 petang... hah sempat... aku senyum lebar. Beg pakaian mengelunsur saja ke tepi tangga. Aku kejar tiwi. Cerita Betty! Aku puas hati kerana perjalanan berjalan lancar, lrt-komuter-bas-teksi semua excellent!

Aku yang tidak sempat makan tengahari mencari-cari rezeki di dapur mak. Apa-apa pun sedap kalau di rumah sendiri. Cerita Betty akan tamat minggu ini. Dulu terperangkap dengan Winter Sonata, kali ini terperangkap pula dengan Yo soy Betty la fea... lepas ni aku harap sangat-sangat tidak terperangkap lagi dengan drama bersiri asing yang memestikan aku mengikutinya.

Petang Sabtu, aku menghadiri pertemuan sahabat lama. Teman sepanjang sekolah rendah dulu. Berdebar-debar ingin bertemu semula. Jauh sungguh masa memisahkan kita, hingga aku terlupa dengan paras rupa. Berlima sahaja yang sempat hadir, yang lainnya sekadar berkirim kata. Perjumpaan kami ini untuk merangka satu sessi perjumpaan semula. Hampir dua jam melakar rancangan dan memberi cadangan. Tugas-tugas dibahagikan untuk menghubungi semua yang sudah hampir luput dari ingatan.

Aku senyum meleret mengingatkan, dulu semua comel-comel sahaja, kini sudah jadi bapak orang dan mak orang. Syafinaz, Nefertiti, Syamsuri dan Khairul Haniza. Banyak kenangan lama... mungkin lebih banyak bersekitar gaduh-gaduh anak-anak, tarik-tarik rambut. Tapi Syam dan Khairul agak baik... mereka tidak terlibat dalam sessi mengacau budak perempuan. Padaku mereka semua sudah jauh berjaya jika dibanding dengan diri ini. Mungkin perjalanan hidupku agak perlahan, kerana itu aku belum sampai kepuncak taklukan mereka. Ahhh.... tidak mengapa, begini pun aku ceria dan bersyukur semestinya.

Kita akan bertemu lagi, jika tidak di tengah-tengah kota ini, kita akan kembali bertemu di kampung halaman kita seperti hari itu. Janjinya berjumpa semula di kenduri cukur jambul anak Titi pada 8hb nanti, tapi bila kembali ke meja kerja hari ini, ia sudah kurasa seperti tidak pasti lagi, tambahan hari Rabu nanti ingin pulang ke kampung lagi. Aku akan beritahu mereka segera supaya tidak ternanti-nanti nanti.

Jika berjaya rancangannya untuk mengumpulkan dulu para sahabat pada 1hb Mac 2003 di kampung juga... tapi semalam bila kuhubungi pengantin baru Fauzi dan Zali awal-awal lagi berita kurang enak sudah bertamu. Mereka ingin pindah rumah pada hari itu. Harus bagaimana ya? Hah... bukan senang mengumpulkan kawan-kawan, aku sudah merasanya sekian lama. Itupun kami sudah selamat satu perkara Khairul dan Syam sudi mengeluar dan membiayai penuh semua belanja, kalau di bahagi sama rata, aku hampir pasti ramai yang tidak nampak muka.

Semoga apa yang kami usahakan ini mendapat sokongan semua. Aku hanya berdoa. Lagipun harus kami mengeratkan semula persahabatan, mentelah kami dari mukim yang sama.

++

Petang Sabtu juga, kakak balik sekejap sahaja ke kampung. Mulanya dia ingin balik selepas makan malam, tapi dipercepatkan lagi kepada jam 6 petang. Bagus lah... kalau tak balik langsung pun tak apa. Kalau sekadar nak tengok muka mak macam tu saja, lebih baik tak usah balik... tengok gambar saja kan sudah cukup! Aku malas nak bincang hal ini lebih lanjut, memang sah aku akan emosional. Aku tak tahu geladak apa yang telah mengisi dada manusia yang sudah memandang remeh acara mulia sebegini. Aku tak mahu mak sedih, justeru aku cover semua sekali, mengingatkan mak berkali-kali, jangan gundah bertamu di hatinya... kerana itu ibu segala jenis penyakit bermula. Mungkin mak faham dan dia sendiri sudah masak dengan pengalaman. Ini bukan acara membuka pekung di dada, tapi aku rasa semua manusia pun sama saja, mengambil remeh dan cincai saja. Duhai sahabat, jika kalian masih punya ibu dan bapa, jagalah hatinya, balas budinya, kerana hati orang tua mudah terusik, walau kita tidak pernah mengherdik. Aku sayang mak, walaupun asalnya dulu aku tidak tahu harus bagaimana ingin mengambil hati seorang ibu yang selalu baran dengan sikapku. Aku sering saja tidak pulang dari pengajian kerana jarak dan tiada kesempatan (itu telah menjadi alasan yang terbaik). Syukur pada sekitar tahun 1990 aku bertemu serangkai kata, menitip hikmat dan cahaya.

"When you have a mother, cherish her with care. You won't know her value, until you see her empty chair."

Aku termenung dan lanjut berfikir. Mungkin dulu aku bukan favorite mak. Aku selalu merasa jauh sekali dari mak. Aku semestinya seorang anak yang nakal dan selalu membantah kata-katanya. Dan padaku, dia jarang sekali punya ruang untukku. Segalanya pasti bersekitar perbandingan kebaikan kakak dan kelemahanku. Aku jadi memendam rasa dan menjauhkan diri. Justeru untuk menjadi favoritenya aku kena pandai tackle hatinya, dengan cara aku sendiri. Dia harus suka dengan apa yang aku ada tanpa mengubah sedikitpun keperibadianku. Mengubah keperibadian bukan satu usaha yang mudah, jadi aku tidak mahu mengubah keperibadianku, tapi aku mahu dia menerimanya kerana itulah aku. Dan mungkin aku berjaya. Aku tahu itu kerana kini aku sering saja puas hati dan merasa mesra yang ketara, bila saja berbicara dan menatap wajahnya.

Aku jadi insaf sungguh-sungguh dengan serangkai kata-kata inggeris itu, menitis air mata dan aku mula dewasa tentang kasih sayang seorang ibu. Sudahlah bapa aku tidak punya, takkan lah pula kehadiran seorang ibu dalam hidup harus kupersia-siakan. Aku sungguh-sungguh berterima kasih dengan penulis rangkaikata yang begitu mengesankan, dan selalu aku berkongsi dengan kawan-kawan, hari ini aku ingin berkongsi dengan kalian. From there on, I've set my life to be devoted to her... and I know I'm on the right track...

Hujan tidak henti-henti sepanjang aku di kampung kecuali Isnin dan Selasa baru matahari bersinar. Sejuk... sungguh sejuk... pakai baju tebal dan selimut semuanya. Mungkin tidak sampai sesejuk tanah tinggi Cameron tapi yang pasti semua sendi jadi longgar dan bulu roma berdiri-diri. Dari bibir berulangkali kata-kata.... sejuk sekali....

Semalam sebelum kembali ke kota hipokrit ini, tangan mak kucium, pipi tuanya juga kucium, sebak sungguh ingin meninggalkannya sendiri. Ingin dibawa ke sini, alasannya berbaldi-baldi... ayam itik alasan rasmi. Bebelnya, nasihatnya, pesannya tak pernah habis, ku kira itu semua doa kudus seorang ibu melepaskan anak perempuannya jauh dari pandangan mata yang telah mula redup dimamah usia. Air mata tergenang, tapi aku cepat-cepat melangkah ke dalam kereta Jedah. Lagi lama bertangguh lagi susah meleraikan pertemuan. Aku akan pulang seminggu lagi, semoga di antara itu Tuhan memelihara segala kesejahteraan ibuku, segala kesihatan, segala kesempurnaan, sesungguhnya padaMu sahaja hambaMu ini berserah. Tinggallah sebentar mak, semoga hangat kasih saya ini, menjauhkan dingin hujan yang mencurah-curah....

[ w'salam ryna, tak sehat ker... banyak-banyak bersabar dan rajin-rajin makan ubat okeh ]

[ heh heh... yang dok mintak angpau ni... salah rumah ni... esey tak rayo cino doh :D ]

[ Okt ' 02 ] [ Nov ' 02 ] [ Dec ' 02 ] [ Jan ' 03 ] [ Feb ' 03 ]

this is where rhyme and courage being spoken... where life uncertaintiness being discuss... where friendships fill the air... where love blooms all year through...